Kalimat "iyyaka na'budu" (hanya kepada-Mulah kami beribadah) ini menolak riya'. Sedangkan kalimat "wa iyyaka nasta'iin" (hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan) ini menolak sifat sombong karena kita bisa melakukan ketaatan hanya dengan pertolongan dari Allah. Pernyataan seperti ini disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dan Ibnul
Dalam Surat Al-Fatihah ayat 5, digunakan subjek jamak; "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" (Hanya Kau yang kami sembah, dan hanya Kau yang kami mintakan pertolongan), bukan tunggal; "iyyaka a'budu wa iyyaka asta'in" (Hanya Kau yang kusembah, dan hanya Kau yang kumintakan pertolongan).
Kata 'iyyaka' yang didahulukan penyebutannya dan berulang menunjukkan hanya kepada Allah semata tempat beribadah, tidaklah kami bertawakkal kecuali hanya kepada-Mu. Kalimat hanya kepada-Mu-lah kami beribadah" mengandung makna berlepas diri dari syirik.
Vay Tiền Nhanh Ggads.
amalan iyya kana budu waiya kanastain